Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

GOD SPOT | Titik Tuhan - Perspektif Al-Quran

Akal tidaklah identik dengan kerja otak sebagai sistem limbik temporal yang terletak di kepala bagian depan, karenanya akan melokalisir akal secara fisik. Padahal sebagian ahli psikologi (misal B. Alan Bensley dan D. Calne) menegaskan, bahwa tidak ada penjelasan yang bisa menegaskan akan basis fisik akal. Jika merujuk kepada Qur'an, akal yang terambil dari tiga fonem "'aql" sesungguhnya merupakan salah satu fungsi dan kerja hati (qalb). Menurut Qur'an, hati (qalb) adalah pusat befikir, memahami dan menyadari jejak-jejak tanda (ayat), pelajaran ('ibrah), dan peringatan (Zikra) Tuhan. Hati (qalb) inilah yang sesungguhnya tepat dianggap sebagai "Titik Tuhan" (God Spot).

KORELASI AL-QUR'AN | Menemukan Logika Keterkaitan Ayat dan Surah

Al-qur'an diyakini memiliki unsur keterkaitan satu sama lain (korelasi). Adanya keterkaitan ini sesuai dengan makna "Qur'an" sebagai "sesuatu yang saling mengikuti/menyertai", karena satu kata dan kalimat ke kata dan kalimat lainnya senantiasa terkait, berjalin berkelindan. Para Ulama semisal al-Suyuthi (w.911 H) memasukkan kajian Munasabah sebagai bagian penting dalam studi Ulumul Qur'an. Bagaimana cara menemukan adanya unsur korelasional ayat? Simak video berikut ini.

AL-QUR'AN YANG JELAS DAN YANG TIDAK JELAS | Memahami Sisi Muhkam-Mutasyabih Ayat

Sebagaian ulama mengkategorikan Al-Qur'an ada yang "muhkam" dan ada yang "mutasyabih". Muhkam karena dianggap jelas dan lugas maknanya, sedangkan Mutasyabih dianggap tidak jelas dan masih samar. Bagaimana ke "mutasyabih"an Al-Qur'an, dan pada sisi apa sehingga al-Qur'an disebut "mutasyabih" (tidak jelas). Simak videonya hingga selesai.

KALBU | Potensi Labil Manusia - Etimologi Qur'an

Kalbu sebagai transliterasi Qalb secara etimilogi menujuk kepada "sesuati yang berbolak-balik", potensi labilitas manusia. Sehingga, seseorang terkadang bisa senang dan sedih, penyayang dan pembenci, bahkan beriman dan kafir. Wajar, karenanya kalbu disebut kalbu karena "berbolak-baliknya" keadadan (radd al-sya'i min jihat ila jihat).

STRUKTUR HATI PERPSEKTIF AL-QURAN | Shadr-Qalb-Fuad-Lubb

Quran menggunakan varian ungkapan untuk menunjukkan kepada hati sebagai potensi internal manusia. Hati luar disebut "shadr" (dada), hati dalam disebut "qalb", hati paling dalam disebut "fuad", dan hati yang sangat dalam disebut "lubb". Fungsi masing-masing hirarki hati ini dijelaskan oleh Imam al-Hakim, seorang sufi abad ke-2 Hijriah dalam karyanya "al-farq baina al-shadr, wa al-qalb, wa al-fuad, wa al-lubb" yang kemudian diadopsi oleh psikolog barat, Robert Frager ke dalam suatu buku berjudul "Heart, Self & Soul" (Hati, Diri dan Jiwa).

QURAN TULIS TANGAN BERUSIA 250 TAHUN | Masjid Shirathal Mustaqim Samarinda Seberang

Quran tulisan tangan yang terdapat di Masjid Shirathal Mustaqim Samarinda Seberang tergolong cukup tua, berusia sekitar 250 tahun yang lalu. Penentuan usia naskah tua ini dilakukan dengan pendekatan filologis, yaitu berdasarkan kertas Erofa yang digunakan. Hasil temuan menunjukkan, bahwa quran tua ini ditulis di atas kertas Erofa dengan watermark (cap air) bulan sabit berjejer tiga yang pertama kali dicetak di Venecia pada tahun 1725.
 

Terjemah Quran Menggunakan Aksara dan Bahasa Bugis

Terjemah Al-Qur'an tidak hanya ke dalam bahasa Indonesia, tapi juga ke dalam bahasa Bugis dengan aksara "ka ga nga ngka" nya yang terkenal. Video ini berisi hasil dialog dengan salah seorang penterjemah Juz Amma ke dalam bahasa Bugis, Ustadz H. Ahmad Fuad Syukri, Lc. Karya terjemah terjemahnya diawali dari transliterasi aksara bugis ke dalam aksara Latin dalam bahasa Bugis, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan aksara Latin. Semoga menjadi karya yang membawa keberkahan bagi pecinta al-Qur'an.

TAFSIR AL QURAN | Perspektif Kependidikan

Makna dasar tafsir terdiri dari Bayan (keterangan), Wudhuh (penjelasan), dan Kasyf (membuka) terhadap maksud dan tujuan Al-Qur'an. Sedangkan "Tarbawi" berarti kependidikan, yaitu segala yang terkait dengan komponen berupa: anak didik, pendidik, materi, metode, dan tujuan pendidikan. Selengkapnya mengenai "Tafsir Tarbawi" dapat disimak dalam video berikut ini: 

Ternyata Nabi Adam di Bumi, Bukan di Surga (?)

Surga dalam kisah Adam pada Surat al-Baqarah: 35-37 ternyata tidaklah sama dengan surga yang ada pada kehidupan akhirat kelak. Wacana kali ini mengetengahkan beberapa argumen berdasarkan analisis kebahasaan dan rujukan pada Tafsir Imam al-Alusi (w. 1270 H), bahwa TERNYATA SURGA YANG DITEMPATI ADAM ADALAH BUMI YANG KITA TEMPATI. Simak videonya berikut ini >>>

Rekonstruksi Tafsir Al-Qur'an: Kegalauan Metodologis

Salah satu ciri khas tafsir klasik adalah ketaatan kepada kaidah tekstualitas bahasa, Bukan tanpa cacat, tetapi  bangunan kaidah bahasa sedikit banyak akan memenjarakan pemahaman mengenai keutuhan dan holistisitas Al-Qur'an. Memahami Al-Quran setidaknya juga memahami apa yang menjadi pandangan dunia (word veiw) yang ingin dibangunnya. Saksikan ulasan video berikut ini.

 
biz.